advertorial

Headline

    Gus Dur Dan Kekuasaan

    www.lensabogor.com
    “Tidak ada kekuasaan yang layak dipertahankan dengan mengorbankan darah (rakyat) sekalipun hanya setetes!”

    Tidak aku kisahkan kepadamu tentang “Gus Dur dan kekuasaan” kecuali sebagai pedoman bagaimana amanah jabatan (publik) itu harus diperlakukan. Dan tidak sekali-kali aku ceritakan kisah ini melainkan untuk meredam kegaduhan orang-orang yang (hendak) memobilisasi massa (rakyat) demi (merebut) kekuasaan yang fana.

    Sungguh, mereka tidak tahu bahwa beberapa bulan sebelum persekongkolan jahat menggulingkan Gus Dur dan menjadikan Megawati presiden dilaksanakan, Abdurrahman Wahid bin Wahid Hasyim bin Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama, keliling Jawa dan Madura.

    Ketika itu aku merasa tidak sedang mengikuti Presiden RI melainkan bupati yang blusukan dari desa ke desa, tapi juga seperti sedang mengikuti pimpinan NU karena yang disambangi pondok-pondok pesantren.

    “Sekarang ini suhu politik sedang memanas. Tapi saya minta para kiai jangan ikut-ikutan. Para santri tidak usah ikut-ikutan. Ngaji Qur’an saja yang baik,” itulah kata-kata yang selalu disampaikan Gus Dur di setiap pondok pesantren yang disowani.

    Aku membayangkan, kalau tidak diredam kemarahan para pengikutnya, niscaya akan banyak darah tumpah. Karena Kapolri dan Panglima TNI (waktu itu), menurut Gus Dur, sudah menyiapkan pasukan khusus untuk melibas mereka! 

    “Tidak ada kekuasaan yang layak dipertahankan dengan mengorbankan darah (rakyat) sekalipun hanya setetes!”

    Itulah kalimat yang disampaikan Gus Dur kepadaku, kepada sahabat-sahabatnya, kepada seluruh rakyat Indonesia setelah dilengserkan.

    Maka, wahai orang-orang yang berpikir, tidaklah layak bagimu membenturkan rakyat, menumpahkan darah mereka, semata-mata demi jabatan dan kekuasaan yang belum tentu bermanfaat bagimu dan bagi orang banyak.

    Oleh: Adhie M Massardi (mantan Jubir Gus Dur)
    Redaksi Lensa Bogor

    Mie Ayam Jamur, Sehat Tanpa Bahan Pengawet

    lensabogor.com - Mie ayam bukan lagi makanan asing  yang kita temui sehari-hari sebagai asupan pengganti nasi. Nah kali ini kita akan membahas mie ayam yang di kombinasikan dengan jamur merang yang memiliki tekstur kenyal dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.

    Mungkin mie ayam sudah biasa di santap dengan bakso dan pangsit basah atau kering. Namun kali ini para penikmat mie ayam dapat merasakan sensasi makan mie ayam yang beda. Sensasi itu dapat di temui di kedai Mie Ayam Jamur Jaya yang terletak di Jl. Raya Jakarta Bogor (seberang pasar Ciluar) No. 372 Kab. Bogor. Di tempat inilah para penikmat mie ayam dapat memanjakan lidahnya.

    Dengan rumah kedai yang sederhana, Mie Ayam Jamur Jaya memiliki rasa sangat lezat dan tanpa bahan pengawet. Mungkin salah satu rahasianya terdapat pada jamur merang yang dipercaya memiliki kandungan gizi yang kompleks, dengan berbagai kandungan protein, fosfor, karbohidrat, vitamin, mineral dan kalsium yang relatif tinggi. Selain itu jamur merang juga di yakini berkhasiat mengobati berbagai jenis penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, kanker prostat dan mampu mengurangi resiko stroke.

    Ditambah lagi dengan tekstur jamur yang lembut menyerupai potongan daging yang membuat para pengusaha mie ayam memburu jamur ini sebagai pelengkap mie ayam.  Mie Ayam Jamur Jaya ini di sajikan dengan bakso dan pangsit basah yang di dalamnya terdapat potongan ayam, Dengan harga yang cukup terjangkau yaitu  sekitar  Rp. 10.000 sampai dengan Rp. 13.000 per porsi. Mie ayam ini sangat di gemari oleh penikmat mie ayam dari berbagai kalangan karena rasanya yang khas. Mie ayam ini akan terasa lebih nikmat apabila di makan bersama teman-teman. (Sendi/Ferry)

Powered by Blogger.

Wisata