puncak

Headline

    Hotel Dahlia, Di Duga Tak Berizin Dan Dijadikan Tempat Mesum

    Bendungan - lensabogor.com
    Hotel Dahlia yang terletak di Jalan Raya Ciawi - Puncak, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Hotel yang sudah beroperasi selama lima tahun berjalan, namun hotel tersebut diduga tidak memiliki perizinan serta telah melakukan manipulasi data.

    Dari hasil informasi yang di himpun LENSA BOGOR, jum'at (1/8). Menurut warga setempat, hotel dahlia kelas melati yang berdiri diatas lahan kurang lebih seluas 1500 Meter dengan jumlah 12 kamar tersebut sebelumnya adalah Balai Pengobatan yang di alih fungsikan.

    Kendati pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan sudah memberikan surat teguran kepada pihak hotel tersebut, namun tidak pernah ada tanggapan bahkan tidak di indahkan.

    "Pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan sudah angkat tangan, karna surat teguran pun tidak di indahkannya," ungkap salah seorang warga yang tidak mau menyebutkan identitasnya.

    Sementara itu selaku penegak Perda, pihak Satpol PP Kabupaten Bogor juga sudah beberapa kali memberikan pembinaan kepada pemilik hotel untuk segera mengurus semua perizinan nya. Namun hingga saat ini pihak pengelola hotel dahlia terus membandel.

    Terlebih lagi, pada saat bulan suci ramadhan pun hotel ini tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Sehingga membuat warga masyarakat resah dengan keberadaan hotel tersebut, karena tempat ini juga disinyalir sering dijadikan tempat mesum. 

    Terpisah, Kabid Bina Riksa Satpol PP Kabupaten Bogor, Agust Ridho mengatakan, Pihaknya akan meninjau dan memeriksa kebenarannya."Jika memang terbukti tidak mempunyai perijinan, maka hotel tersebut akan dibrikan surat teguran hingga penyegelan," tegasnya. (YH) 

    Libur Lebaran, Jalur Puncak Macet Hingga 20 KM

    www.lensabogor.com
    Bogor - lensabogor.com
    Kemacetan di jalur Puncak Bogor sudah sangat parah, puluhan ribu kendaraan yang memasuki kawasan Puncak tidak bergerak hingga berjam-jam. Polres Bogor menganggap arus lalu lintas di kawasan Puncak sudah dianggap dalam kondisi 'koma'. Bahkan, wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan Puncak diminta memutar arah dan kembali ke rumahnya masing-masing.

    Pada pukul 15:15 WIB, Rabu (30/7), melalui pengeras suara di Pos Pengendalian Gadog, petugas kepolisian memberitahuan kepada pengguna jalan agar tidak melanjutkan perjalanan ke Puncak.

    Kepala Bidang Oprasional (Kabagops), Kompol Hendra Gunawan mengatakan, situasi jalur pucak dalam keadaan 'koma'. Antrian kendaraan sudah rapat dari KM 35 Tol Jagorawi hingga Cisarua, Puncak. Demikian dengan arah sebaliknya, antrian kendaraan mengekor hingga Istana Cipanas menuju Puncak.

    "Untuk itu kami mengimbau agar para pengguna jalan yang akan berwisata mengurungkan niatnya untuk pergi ke Puncak," katanya melalui alat pengeras suara.

    Kompol Hendra menuturkan bahwa upaya pemeganggalan jumlah kendaraan saat ini dilakukan hingga menjelang Gerbang Tol Ciawi.

    "Jumlah volume kendaraan sudah di atas 40.000 kendaraan, begitu juga jumlah kendaraan jalur Cianjur menuju Puncak," ujarnya.

    Kompol Hendra menjelaskan bahwa dalam kondisi 'koma' seperti itu, kepolisian tidak akan memberlakukan sistem satu arah (one way) atau skala prioritas bagi pengguna jalan. Penyebabnya adalah karena dua jalur, baik akan atau dari arah menuju Puncak sama padatnya.

    Sejak pagi, jalur Puncak sudah mengalami kemacetan cukup parah. Pagi hari, antrian sudah mengular 12 kilometer menjelang Gerbang Tol Ciawi hingga persimpangan Gadog dan setelah di berlakukan normalisasi atau dua arah, pada Rabu siang, kepadatan kendaraan bertambah dari Jakarta menuju Puncak. (Ibr)

    Bus Pengangkut Pelajar Hangus Dilalap Sijago Merah

    MEGAMENDUNG - Bus Wisata milik Travel Coretrannspoert bernomor polisi D 7566 MP yang mengangkut 59 pelajar SMU Jakarta Pusat hangus terbakar di jalur Puncak Bogor, tepatnya di depan U diklat PLN di  Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung.

    Dari penuturan saksi di lokasi kejadian saat itu Bus dengan 2 rombongan pelajar SMA  dari depan kantor Walikota Jakarta Pusat  hendak berlibur  kawasan Puncak Bogor. Salah satu Bus yang di kendarai Arihta Bangun (42) mengalami percikan api dari mesin yang berada di belakang mesin.

     Api tersebut semain membesar  dari jembatan Pasir Angin sampai depan resto Cinta Parahiangan. Setelah api semakin membesar bus itupun terhenti dan seluruh penumpangnya di pindahkan keluar, puluhan pelajar yang panik segera lari keluar untuk menyelamatkan diri.

    Salah seorang saksi menuturkan, bus tetap berjalan. Meski, bus bagian belakang sudah terbakar. "Tadi udah keliatan ada apinya di belakang, mungkin karna supir tidak menyadarinya, bus tetap jalan sampai depan diklat PLN, nah di situ ada yang ngasi tau ke sopir akhirnya di pindahin semua penumpangnya, sopirnya ga bisa ngapa ngapain apinya terus gede, jalanan jadi macet ". Ujar Karyo (41)  salah seorang pengguna jalan yang berada di lokasi.

    Kasat lantas Polres Bogor AKP Muhammad Chaniago menjelaskan satu unit kendaraan damkar dari pul Ciawi memadamkan kobaran api yang menghanguskan seluruuh bagian bus. Api di padamkan setelah 1,5 jam kejadian berlangsung. Mengantisipasi hal itu jajaran lantas polres Bogor melakukan rekayasa lalulintas.

    "Kita tadi lakukan penutupan arus lalulintas di simpang Taman Safari, Kemudian di Gadog kita tutup dulu sampai proses pemadaman selesai di lakukan ". Jelas Kasat Lantas AKP M Chaniago.

    Evakuasi bangkai hangus bus baru selesai di lakukan pada senin (09/06) sekitar pukul 19.30 WIB. Bangkai bus di amankan di Unit  Laka Tol Ciawi, sementara sang sopir  Arihta Bangun menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor di Cibinong.  ( Fir )

    Tim SAR dan Delta Terus Cari Korban Hanyut di Curug Bulao

    MEGAMENDUNG - Berniat hendak menyelamatkan nyawa temannya yang terjatuh ke dalam sungai saat sedang bermain di Curug Bulao, Somantri  (19), malah tewas tenggelam, Jumat (16/05).

    " Terjadinya  orang tenggelam di  curug Bulao sekitar mega mendung a/n Korban  Somantri Usia 19 thn, Alamat : Desa Sukakarya Kp.Pasir Kalong Rt 05 Rw 03 Kecamatan Mega Mendung Kab.Bogor. siang pkl 13 : 00 wib.warga Pasir Muncang," kata Parto saksi mata.
                       
    Samapai saat ini tim Delta pun sedang malakukan upaya pencarian dengan tim SAR Gabungan dibantu oleh warga.  Mereka melakukan penyisiran dari curug panjang, curug bulao,bcurug bunder.

    "Pencarian penyisiran dimulai dari Katulampa menuju ke atas dilakukan oleh Tim  menuju Ci Esek."Begitupun dari Curug Nangka dan dilakukan penyisiran menuju TKP," kata Parto.

    Kejadian itu terjadi ketika korban sedang Rekreasi ke lokasi tersebut dengan temanya. Sebanyak 10 orang Berpasangan. Pada saat itu temen perempuanya terpeleset jatuh ke Curug dan di tolong.  Oleh korban, namun korban tidak bisa menyalamatkan diri dan hanyut tenggelam terbawa air, tetapi temen perempuanya dapat diselamatkan.

    Pkl 10:35 WIB korban sudah di temukan di wilayah Curug bunder tak jauh dari tempat kejadian Curug Bulao, saat ini korban dibawa ke rumah Duka. (Yadi)
Powered by Blogger.

Wisata