sabadesa

Headline

    Pemerintah Kecamatan Taman Sari Rutin Lakukan Razia Nobat

    Tamansari - lensabogor.com
    Maraknya wanita penjaja diri atau Pekerja Seks Komersial (PSK) di wilayah Tamansari, membuat pemerintah Kecamatan takut akan penyeberan penyakit HIV/AIDS yang mematikan itu.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, Camat Tamansari Chairuka Judhyanto Nugroho mengatakan, segala bentuk prostitusi, kemaksiatan harus dijauhi oleh masyarakat Tamansari agar tidak memakai jasa para PSK tersebut," katanya saat dijumpai Lensabogor.com, Selasa (5/08).

    Untuk itu, pihaknya bersama dengan Satpol PP Kecamatan dan kepolisian setempat akan terus melakukan razia nongol babat (Nobat) di beberapa titik yang sering di jadikan tempat maksiat. Misalnya, Jalan Loa, Ampera, Pasar Bersih BNR, dan Pure Parahyangan. Agar penyakit HIV/AIDS tidak menyebar luas ke wilayah ini."Sudah seharusnya warga sekitar Tamansari mewaspadai kemungkinan tersebarnya virus HIV/AIDS akibat dari para PSK yang masih sering berkeliaran," tegasnya.

    Sudah seharusnya dari dinas kesehatan ataupun pihak terkait, melakukan sosialisasi tentang bahayanya penyakit tersebut, serta bagaimana cara mencegahnya harus dilakukan sejak dini, seperti saat masih di bangku sekolah."Orang tua juga harus menanamkan nilai moral sejak dini, selain bahaya penyakit HIV yang mengancam, perlu dijaga pula hal yang menyebabkan terjadinya degradasi moral," tutupnya.
    Reporter : Sahrul
    Editor      : Ibr

    Camat Tamansari Gelar Halal Bi Halal

    Tamansari - lensabogor.com
    Melengkapi momen Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Pemerintah Kecamatan Tamansari menggelar acara halal bi halal, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Tamansari, selasa (5/8). 

    Dalam acara tersebut, hadir para tamu undangan dari jajaran pegawai seluruh instansi yang ada di Kecamatan Tamansari, diantaranya Koramil Ciomas 2120, Polsek Tamansari, KUA Tamansari, Puskesmas Tamansari, Kepala Desa dan Satpol PP se-Kecamatan serta tamu undangan lainnya.

    Pada saat memimpin apel pelaksanaan halal bi halal, Camat Tamansari, Chairuka Judhyanto  mengatakan, kegiatan halal bi halal dilingkup kecamatan merupakan sesuatu yang rutin dilakukan setiap selesai perayaan Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk rasa syukur yang dibungkus dalam ajang silaturahim.

    “Selain sebagai ajang saling bermaaf-maafan, kegiatan halal bi halal juga sebagai jembatan untuk saling memaafkan satu sama lainnya. Sekaligus sebagai ajang silaturahim, karena dengan silaturahim maka diyakini akan memperpanjang usia dan mendatangkan rejeki. Oleh karena itu, ajang silaturrahim harus tetap ditanamkan sepanjang masa agar mempermudah berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi secara individual,” tuturnya.

    Camat Tamansari juga menyampaikan, agama Islam menganjurkan agar umatnya senantiasa menjaga serta melestarikan budaya silaturahim, sebab dengan terwujudnya jalinan silaturahim yang baik maka akan terbentuk ikatan persaudaraan yang harmonis diantara sesama insan.“Jalinan silaturrahim perlu dijaga dengan baik, sehingga akan memperbanyak persaudaraan,”tegasnya. (Sahrul)

    Warga Kampung Cibolang Mengisi Liburan Dengan Memancing

    www.lensabogor.com
    Bogor - lensabogor.com
    Banyak cara orang untuk mengisi liburan akhir pekan, salah satunya adalah yang dilakukan oleh warga kampung Cibolang, Desa Ciderum Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Untuk menghilangkan kejenuhan dalam rutinitas sehari-hari, warga setempat memancing ikan di sungai yang disekat oleh bambu sepintas menyerupai empang.

    Sungai yang terletak di kampung Cibolang, minggu (3/8) tidak seperti biasanya terlihat ramai pada akhir pekan. Warga tidak perlu mengeluarkan biaya seperti di kolam pemancingan yang umum disewakan, cukup hanya dengan membayar uang tiga puluh ribu rupiah, warga sudah bisa memancing untuk mengisi liburan.

    Menurut Mulyadi (38), salah satu warga mengatakan, selain bisa berkumpul bersama-sama warga setempat juga untuk mengisi liburan, dengan memancing akan menambah serunya hari libur. "Cuma untuk mengisi liburan saja, masing-masing peserta cukup membayar tiga puluh ribu, selain menjalin kebersamaan kegiatan ini juga untuk lebih mempererat silaturahmi antar warga cibolang," tuturnya. 

    Meskipun memancing memerlukan keuletan serta kesabaran, tapi tak mematahkan semangat para pengunjung yang datang, mereka tetap terlihat sabar bahkan tak sedikit yang sesekali bercanda dengan sesama teman sambil menunggu ikan hasil pancingan. (Andy Djava)

    Kesiapan Kecamatan Dramaga Dalam Menyambut HUT RI Ke - 69

    Dramaga - lensabogor.com
    Dalam rangka menyambut Hari kemerdekaan RI ke- 69, pada tanggal 17 Agustus 2014 mendatang. Pemerintahan Kecamatan Dramaga bekerjasama dengan Paguyuban Dadali yag berdomisili di Kampung Ciherang Tengah, RT 01, RW 11. Desa Ciherang,  kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor serta tokoh masyarakat dan kalangan pemuda-pemudi setempat, tengah mempersiapkan agenda untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesi Ke-69 tingkat Kecamatan.

    Menurut ketua Paguyuban Dadali, I Wayan Sardjana atau yang akrab dipanggil Kang Wayan, kepada LENSA BOGOR menuturkan, acara HUT Kemerdekaan RI tersebut betremakan "Dengan semangat juang 45, kita tingkatkan kesatuan dan persatuan dengan peran serta generasi muda dalam membangun Bangsa dan Negara Indonesia secara nyata dan berkesinambungan dalam bingkai Pancasila, UUD 45, Bhineka tunggal Ika serta NKRI".

    Adapun acara tersebut akan di isi dengan beberapa rangkaian kegiatan antara lain; Upacara bendera, lomba karnaval, lomba memasak ibu-ibu PKK perwakilan dari 10 desa yang ada di Kecamatan Dramaga, Pagelaran seni kreatifitas warga, pameran UKM Kecamatan Dramaga, hingga penutupan penurunan bendera," tuturnya.

    Lanjut Wayan menjelaskan, maksud dan tujuan rangkaian acara yang di ikuti oleh 10 Desa  di wilayah kerja Kecamatan Dramaga, selain untuk memperingati dan memeriahkan HUT RI, juga untuk lebih mempererat persatuan dan kesatuan pemuda pemudi dan warga sekecamatan Dramaga, menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan nasionalisme di kalangan para pemuda dan seluruh masyarakat, serta membangun kerjasama untuk mempersiapkan Kecamatan Dramaga menuju destinasi wisata sekecamatan dramaga dan ikut serta mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju se-Indonesia," jelasnya.

    Terkait dengan ada nya rencana penyelenggaraan acara tersebut, dirinya berharap kepada seluruh pihak yang terkait, baik Pemerintah Kabupaten Bogor, Kepala Desa, RT dan RW serta seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kecamatan Dramaga, turut mendukung dan berpartisipasi demi terlaksananya acara ini," tandasnya. (Ibra Hermawan)

    2 RTLH Di Desa Parakan Jaya Butuh Perhatian Pemkab Bogor

    Parakan Jaya - lensabogor.com
    Dua rumah tidak layak huni (RLTH) yang berada di Kampung Ampera Sasak, RT 02/06 Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, belum mendapatkan perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

    Sementara program yang di gulirkan Pemerintah, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk kesejahteraan masyarakat miskin belum mampu di akses karena ketidak tahuan terhadap program yang di guilirkan.

    Badriah, istri dari Ahmad Tabrani pemilik rumah tersebut mengatakan, bahwa sejak adanya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah tidak diketahui karena tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari Ketua RT maupun RW setempat," katanya.

    Tidak hanya itu, bahkan saat adanya program Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk anaknya yang saat itu masih duduk di kelas 3 SMK TRI Dharma tidak di dapatkan pula. "Makanya pak penghasilan saya sebagai pembantu rumah tangga sebesar Rp 500 ribu, saya anggarkan untuk ana sekolah, meskipun saya dan suami harus banting tulang yang penting biaya sekolah anak saya terpenuhi setiap hari," ujar Badriah kepada lensabogor.com, senin (28/7).


    Lebihlanjut dia menuturkan, “Saya bersama suami berjuang tanpa mengenal lelah dengan penghasilan yang minin hanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah ketiga anak saya, saya belum bisa memikirkan biaya perbaikan rumah. Mas bisa lihat sendiri rumah saya di tambal memakai seng karena temboknya roboh, belum lagi saat ini musin hujan, bocor dimana-mana kalau hujan deras dan saat hali itu terjadi terpaksa kami mengungsi kerumah saudara,” paparnya, dengan mata berkaca-kaca. 

    Sementara itu, rumah warga tidak jauh dari rumah Badriah yaitu di RT 03/06 milik pasangan Naming (Amor) yang bekerja di bengkel sepatu dan Istrinya Yati tidak berbeda jauh dari rumah milik Badriah, bahkan rumah ini tidak memiliki Toilet didalam rumah dan masih beralaskan tanah. “Kami belum memiliki anggaran yang cukup untuk memperbaiki rumah karena penghasilan suami yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.

    Dari informasi yang berhasil di himpun LENSA BOGOR, bahwa di wilayah ini masih terdapat puluhan rumah yang kondisinya serupa dengan kedua rumah tersebut dan memerlukan perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor. (Ibr)

    Pemdes Ciomas Berbagi Dengan Anak Yatim

    www.lensabogor.com
    Ciomas - lensabogor.com
    Jelang Lebaran, Pemerintah Desa (Pemdes) Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor berbagi kebahagiaan dengan anak yatim, jum'at (25/7). Sebanyak 160 anak yatim menerima santunan berupa uang tunai secara bersamaan.

    Meski hujan sempat turun cukup deras, masyarakat beserta anak anak yatim tetap antusias mendatangi Kantor Desa Ciomas itu secara bersama-sama.

    "Kita berbagi dengan anak yatim ini, karena mereka adalah tanggung jawab kita. Selain itu, dirinya ingin berbagi kebahagiaan di bulan yang suci ini,” cetus kepala desa Ciomas H. Jaja Gozali.

    Acara pemberian santunan yang digelar di kantor Desa Ciomas tersebut, berlangsung meriah. Hadir dalam acara tersebut para ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga se-Desa Ciomas, tokoh masyarakat, serta ulama setempat.

    Jaja menjelaskan, selain memberi santunan kepada anak yatim, juga dilanjutkan dengan kegiatan buka bersama (Bukber). "Acara ini terselenggara berkat bantuan dan support Ketua RT dan RW serta Pemdes Ciomas yang bahu membahu untuk meringankan sedikit beban para anak yatim itu,” tandasnya. (Sahrul)

    Ketua PKK Desa Taman Sari Raih Prestasi Di Tingkat Jabar

    www.lensabogor.com
    Taman Sari - lensabogor.com
    Ketika fungsi pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) dirubah oleh keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah nomor 53 tahun 2000, menjadi pemberdayaan kesejahteraan keluarga.

    Dengan mengusung Visi terwujudnya keluarga yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, berbudi luhur, sehat, berahlak mulia, maju, mandiri, dengan memiliki kesadaran hukum, sejahtera dan berkeadilan gender. Membuat peran dan kiprah PKK dirasakaan sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul.

    Oleh karena itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor, menghelat Jambore PKK Kabupaten Bogor 2014 yang di ikuti oleh 412 istri Kepala Desa se-Kabupaten Bogor. Dengan menguji kemampuan untuk mempersentasikan dan menjabarkan pemahaman terhadap 10 program PKK.

    Dari hasil tersebut, terpilih istri Kepala Desa Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Osop Sofiah yang berhasil meraih prestasi untuk mewakili Kabupaten Bogor ditingkat Jawa Barat, untuk memaparkan penjabaran program PKK serta memberi pemahaman mengenai pola hidup keluarga sehat serta segudang persoalan yang dapat diatasi. Salah satunya," melakukan pemberantasan buta huruf serta peningkatan kesejahteraan keluarga," ungkap istri Gumelar Suteja, selaku kepala Desa Taman Sari, kepada LENSA BOGOR. (War/Hr) 

Powered by Blogger.

Wisata